English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Pencarian

Senin, 21 April 2014

Metode Dasar Identifikasi Bahaya K3

Metode Dasar Identifikasi Bahaya K3
 
1.         Lakukan pemeriksaan, pengamatan di tempat kerja
Sisi Pekerja
Pemeriksan seluruh tempat kerja secara teratur, memperhatikan hal-hal apa yang terjadi akan sangat membantu memperkirakan hal-hal kekeliruan apa saja yang akan bisa terjadi. Cermati dengan baik bagaimana cara-cara pekerja melakukan pekerjaannya, bagaimana cara mereka menggunakan peralatan, mesin dan material lainya. Apakah termasuk kategori Safe atau Unsafe. 

Sisi Non Pekerja
Pada sisi non pekerja akan banyak ditemu sumber bahaya. Dengan menemukan sumber-sumber bahaya tertentu akan membantu kita melakukan pemeriksaan ulang pada perilaku pekerja seperti diatas.

Penemuannya akan lebih lengkap :
·           Housekeeping secara umum seperti apa
·           Lingkungan kerja. Apakah disain lingkungan kerja memungkinkan bagi ruang gerak sehingga pekerjaa dapat melakukan pekerjaan dengan aman. Sering kali perilaku tak aman terpaksa dilakukan pekerja karena lingkungan kerjanya tidak mendukung. Perhatikan masalah: kecukupan luas ruangan kerja; penataan peralatan, material lainnya (layout); pencahayaan; ventilasi.
·           Peralatan kerja, perkakas yang digunakan pekerja. Apakah disainnya sesuai dengan kondisi pekerja (aspek ergonomi). Apakah pemeliharaannya baik?
·           Tentang Perubahan. Apakah terjadi perubahan di tempat kerja yang membawa perubahan atau mendatangkan bahaya baru yang dapat berdampak kepada keselamatan dan kesehatan. Harus pertimbangkan dan perhitungkan sebaiknya setiap kali memasang, membawa material baru ke tempat kerja, karena ia bisa jadi merupakan bahaya yang baru.

Membuat daftar bahaya yang kita ketahui akan sangat berguna mempermudah.
Namun datar tersebut jangan terlalu di jadikan pembatas kegiatan investigasi kita.
Identifikasi bahaya k3 yang baik biasanya kan menambah daftar bahaya yang sudah dipersiapkan sebelum, menjadi lebih banyak sesuai temuan di lapangan

Jangan terbelenggu dengan Ceklis
Identifikasi bahaya k3





2.         Kumpulkan Informasi dari Pekerja
Dalam terminologi lama, orang kita sering keberatan dengan kata terjemahan bebas dari kata “Consult your worker”. Keberatannya adalah “masa sih konsul” kepada pekerja, kita kan ahlinya. Begitulah kira-kira. Pandangan itu keliru, sebab yang memahami seluk beluk dan hal-hal apa yang terjadi sehari-hari adalah pekerja yang lebih memahami, karena itu informasi berharga banyak sekali pada pekerja.
·           Identifikasi bahaya k3 sebanyak-banyaknya pada pekerja, informasi tentang keselamatan dan kesehatan kerja yang pernah dialami pekerja selama melakukan pekerjaannya. Adakah near miss atau incident yang tak terekam atau tak dilaporkan.
·           Identifikasi bahaya k3 pada mereka, apakah ada kondisi keterpaksaan yang membahayakan dan berpotensi sebagai sumber bahaya. Misal yang berkaitan dengan: pekerjaannya, material, perkakas, tata ruangan, dan lingkungan kerja.

3.         Tinjau informasi lainnya
·           Informasi berharga tentang hazard dan risiko yang diinvestigasi bisa didapatkan pada beberapa sumber seperti: regulasi, asosiasi-asosiasi, spesialis tertentu (tidak terbatas spesialis K3 saja), dan pada beberapa konsultan k3 dan konsultan lainnya.
·           Suplier dan pabrik pembuat mesin, peralatan yang kita gunakan juga banyak menyimpan informasi penting bahaya, hal-hal khusus yang harus diperhatikan, manual, instruksi-instruksi.
·           Sekarang bila sudah yakin data tentang semua hazard sudah terkumpul dan sudah dilakukan pengecekan ulang agar lebih valid, maka Identifikasi Bahaya K3 anda sudah bisa diandalkan untuk digunakan dalam tahap berikutnya, yaitu “Analisis Risiko K3″.
Yang penting diingat sekali lagi adalah, data awal tentang hazard harus baik dan valid, sebab ini akan menentukan kualitas analisi risiko k3 yang berikutnya.
·           Terkadang, kita ketika melakukan kegiatan ini langsung menemukan kejadian insiden, kecelakaan kerja. Maka ada baiknya tim ini langsung melakukan “Investigasi Kecelakaan” agar kejadian yang sama tidak terulang.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita VIVA

Berita Bola - KOMPAS

Berita detik.com

Berita Persipura Jayapura